TUGAS UNTUK KELAS XI IPA 1
SISTEM IMUN PADA MANUSIA
SISTEM IMUN PADA MANUSIA
Bagaikan Pendekar yang dikeroyok dari sisi mana saja yang
dengan tenangnya ia bisa mengatasi semua musuhnya yang disebut antigen yang
akan merusak sel tubuh kita .....thanks pendekar
SISTEM IMMUN
SISTEM IMMUN
Fungsi:
- Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh
- Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak (debris sel) untuk perbaikan jaringan.
- Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal
Sasaran
utama:
- bakteri patogen & virus
- Leukosit mrpkn sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast)
Patogen
bagi tubuh manusia
- Bakteri
- Virus
- Jamur
- Protozoa bersel satu
- Parasit
Struktur
Struktur Imun
- Organ sistem imun berada di seluruh bagian tubuh ® organ limfoid
- Organ limfoid: ‘rumah’ bg limfosit
- Jaringan limfoid primer:
- kelenjar thymus
- sumsum tulang
- Jaringan limfoid sekunder:
- berkapsul: limpa & kelenjar limfa
- tdk berkapsul: tonsil, GALT (gut-associated lymphoid tissue), jar.limfoid di kulit, sal.napas, kemih, & reproduksi
Jaringan
Limfoid
- Merupakan jaringan yang memproduksi, menyimpan, & memproses limfosit
- Mencakup: sumsum tulang, kel.limfe, limpa, thymus, tonsil, adenoid, appendiks, & agregat jar.limf di sal.cerna (GALT= gut-associated lymphoid tissue/ Plak Peyer)
Sistem
Imun
- Pertahanan lapis pertama: Pertahanan fisik (physical barrier)
- Ada 2 sistem kekebalan tubuh:
- Sistem kekebalan nonspesifik (didapat) (innate immune system)
- Sistem kekebalan spesifik (dipelajari/adaptif) (learned/adaptive immune system)
Komponen Sistem Imun
Spesifik
Barier Sel Epitel
Sel epitel yang utuh merupakan barier fisik terhadap mikroba dari
lingkungan dan menghasilkan peptida yang berfungsi sebagai antibodi natural.
Didalam sel epitel barier juga terdapat sel limfosit T dan B, tetapi
diversitasnya lebih rendah daripada limfosit T dan B pada sistem imun spesifik.
Sel T limfosit intraepitel akan menghasilkan sitokin, mengaktifkan fagositosis
dan selanjutnya melisiskan mikroorganisme. Sedangkan sel B limfosit intraepitel
akan menghasilkan IG M.
Neutrofil dan Makrofag
Ketika terdapat mikroba dalam tubuh, komponen pertama yang bekerja
adalah neutrofil dan makrofag dengan cara ingesti dan penghancuran terhadap
mikroba tersebut. Hal ini di karenakan makrofag dan neutrofil mempunyai
reseptor di permukaannya yang bisa mengenali bahan intraselular (DNA),
endotoxin dan lipopolisakarida pada mikroba yang selanjutnya mengaktifkan aktifitas
antimikroba dan sekresi sitokin.
Tahap Respons Imun
- Deteksi & mengenali benda asing
- Komunikasi dg sel lain untuk berespons
- Rekruitmen bantuan & koordinasi respons
- Destruksi atau supresi penginvasi Þ antibodi & sitokin
Respons Imun
Respons imun alami nonspesifik
Respons imun didapat spesifik
- spesifik untuk jenis tertentu
- respons terhadap paparan I terjadi dalam beberapa hari, paparan berikutnya lebih cepat
Pertahanan Lapis Pertama
- Kulit & membran mukosa yang utuh
- Kelenjar keringat, sebum, & airmata ® mensekresi zat kimia & bersifat bakterisid
- Mukus, silia, tight junction, desmosom, sel keratin & lysozim di lapisan epitel
- Rambut pd lubang hidung
- Flora normal
Sistem Kekebalan Non-spesifik
- Dapat mendeteksi adanya benda asing & melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkannya, namun tdk dpt mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
- Yang termasuk dlm sistem ini:
- Reaksi inflamasi/peradangan
- Protein antivirus (interferon)
- Sel natural killer (NK)
- Sistem komplemen
Inflamasi/ Peradangan
- Merupakan respons lokal tubuh thd infeksi atau perlukaan
- Tidak spesifik hanya untuk infeksi mikroba, tetapi respons yg sama juga terjadi pada perlukaan akibat suhu dingin, panas, atau trauma
- Pemeran utama: fagosit, a.l: neutrofil, monosit, & makrofag
Tahap inflamasi
- Masuknya bakteri ke dalam jaringan
- Vasodilatasi sistem mikrosirkulasi area yg terinfeksi ®meningkatkan aliran darah (RUBOR/kemerahan & CALOR/panas)
- Permeabilitas kapiler & venul yang terinfeksi terhadap protein meningkat ® difusi protein & filtrasi air ke interstisial (TUMOR/bengkak & DOLOR/nyeri)
- Keluarnya neutrofil lalu monosit dari kapiler & venula ke interstisial
- Penghancuran bakteri di jaringan ® fagositosis (respons sistemik: demam)
- Perbaikan jaringan
STAY AT HOME
SEMOGA KITA SEHAT WAL AFIAT SELALU
AAMIIN
Terima kasih materinya bu
BalasHapus